Nama pemakai / User name  Password/ sandi/ kode
RoudyCash.com
Meloncat ke: 

Hari Ini
Pengarang
pesan
Data

kecebong.g
Re :   Kembali:Membangun Server Pulsa

Software Isi Ulang Pulsa Elektronik GRATIS

Saat ini bisnis pulsa elektronik masih sangat menjanjikan, hal ini di dikarenakan jumlah pengguna Handphone yang terus meningkat, belum lagi banyaknya provider-provider baru yang bermunculan bak jamur. Tetapi hal positif yang dapat di ambil adalah peluang bisnis yang harus kita sambut dengan cermat.

Besarnya biaya yang harus di keluarkan untuk membangun Server Isi Pulsa Elektronik maupun Fisik membuat orang berfikir dua kali untuk menjalani bisnis di bidang ini, sehingga hanya pengusaha pengusaha yang memiliki modal besar yang bisa membangun bisnis ini.
Besarnya biaya yang dialokasi untuk Komputer termasuk Licensi dari OS yang kita gunakan, yang kedua adalah Mahalnya software Server pulsa itu sendiri

Beruntunglah kita memiliki orang yang berbaik hati untuk membagikan secara GRATIS software isi ulanng pulsa tersebut. Benar-benar GRATIS tanpa da tagihan sedikit-pun.
Software itu diberi nama RM239R7, RM239R7 merupakan versi terbaru dari versi sebelumnya RM239R6 (berbayar) yang saat ini di gratiskan oleh pengembangnya. Software ini tidak memerlukan hardware yang tinggi dan memerlukan software database MySQL versi 4

Bagi kalian-kalian yang berminat untuk mendownload Software ini silahkan download saja langsung filenya...

No Nama File Size Link




1 RM239R7 part 1 234 Kb disini




2 RM239R7 part 2 234Kb disini




3 RM239R7 part 3 234Kb disini




4 RM239R7 part 4 234Kb disini




5 RM239R7 part 5 234Kb disini




6 RM239R7 part 6 234Kb disini




7 RM239R7 part 7 234Kb disini




8 RM239R7 part 8 234Kb disini




9 RM239R7 part 9 234Kb disini




10 RM239R7 part 10 234Kb disini




11 RM239R7 part 11 234Kb disini




12 RM239R7 part 12 84 Kb disini




13 Update RM239R7 part 1 240 Kb disini




14 Update RM239R7 part 2 240 Kb disini




15 Update RM239R7 part 3 61 Kb disini




16 Database Mysql-4.122 13,8 Mb disini


11/19/2009 12:05 PM


kecebong.g
Re :   Kembali:Membangun Server Pulsa

Harga 3Gmac Mulai 1 November 2009
Mini Server = 1,3Jt  5 Terminal ( Sms + YM )
Versi Basic = 2Jt  2 Terminal
Versi 1.06  = 3Jt  3 Terminal
Versi 1.07  = 5Jt  7 Terminal
Versi 1.08  = 8Jt    Unlimited
Versi Linux = 14 Jt Unlimited
All New Version  3Gmac DeFirion..

UPGRADE VERSI TO 3GMAC DeFirion
Fitur New , Terminal ++ ,Dll
Info www.softwarepulsamurah.com
BIAYA UPGRADE 500rb


11/19/2009 12:02 PM


kecebong.g
Re :   Kembali:Membangun Server Pulsa

Software yang di perlukan sesuaikan versi berdasarkan kebutuhan.
Untuk 3Gmac ada 3 Versi. www.softwarepulsamurah.com
Software 3Gmac

@. INTIP FITUR 3G MAC.

1.Bisa sistem MLM ( Downline sampai level Unlimited )
2.Bisa Setting harga beda beda setiap Produk dan setiap Downline
3.Rebate atau keuntungan Upline dapat di hitung dan Input setiap terjadi transaksi
4.Pengalihan ke Modul lain jika Stock kosong atau gangguan
5.Support kebijakan Mkios, area wilayah transaksi
6.Include Modul (USSDD,SMS,KEYPAD,STK,CDMA,H2H,PC ONlINE)
7.Modul Sender bisa di limitasi dan di alihkan ke Modul Sender lain jika pulsa habis atau gangguan Operator
8.Info Stock ke handphone Admin jika Stock tinggal sedikit
9.Transaksi Unlimited
10.Modul Transaksi Voucher Fisik untuk di jadikan sistem elektrik
11.Modul H2H ( Optional )
12.XL Flash
13.SEV cepat tanpa modem 4 s /d 7 detik
14.Modul PC Online ( Optional )
15.Format Transaksi bisa edit atau Custom
16.Multi Transaksi ( 160 karakter )
17.Modul Transaksi Via Yahoo! Messenger
18.Modul Center - Sender Via Yahoo! Messenger
     ( Optional )
19.Pilihan alamat Port yahoo jika gangguan
20.Modul Neraca keuntungan
21. Modul Tiket Transfer Deposit
22.Print
23.Web Report ( Optional )
24.Dll



Persiapan dan Perlengkapan dalam mendirikan Server Pulsa All Operator
Selain Software,di perlukan beberapa hardware untuk mendukung dan melakukan kinerja dari Software tersebut,
adapun hardware yang di perlukan adalah:

1.   Seperangkat Cpu ( Minimal )
·   Prosessor Pentium 4  Speed 2.6 GHz
·   Memory 1 GB (Gigabyte)
·   Hardisk 40 GB rpm 7200
·   Vga external 256 Mb
·   Power Supply 550 Watt Pure ( Stabil )

2.   Monitor 15 Inch ( standart )
·   Disarankan monitor LCD 15 s/d 22 Inch, resolusi min 1440 x 900

3.   Handphone GSM Siemens ( C55, C60, M55 atau MC60 )

4.   Handphone CDMA Nokia type 6235

5.   Kabel Data USB

6.   USB External 7 atau 16 port dengan power supply external

@. KEBUTUHAN PERANGKAT KERAS PENDUKUNG

1.   UPS ( Supply Tenaga Listrik Cadangan )

2.   Genset ( Optional )

G. PERSIAPAN CHIP
1.   Chip Mkios             untuk produk Telkomsel
2.   Chip Mtronik             untuk produk Indosat
3.   Chip Dompet Pulsa ( Dompul)  untuk produk Excelcom
4.   Chip Fkios              untuk produk Telekom
5.   Chip Multi              untuk produk Multi Operator


Chip tersebut di atas adalah standard dasar yang ideal untuk pembuatan server pulsa bagi pemula. Sedangkan,
 untuk yang sudah berjalan dan menengah hingga yang lebih besar, tentu jumlah Chip tersebut lebih global dan
kompleks yaitu ada Chip Freen,Esia,Smart, Three, Dll.

Namun bagi pemula yang mempunya dana terbatas, chip tersebut diatas  bisa di ganti dengan cara pengambilan
Via Multi dari Penyedia Server Pulsa All Operator lain, dengan sebuah konsekuensi harga menjadi lebih mahal.
Dan jika usaha yang telah dirintis tersebut sudah berkembang dan maju, tinggal menambah atau mengganti
chip-chip tersebut, satu persatu sesuai perkembangan pasar yang diinginkan.

@.PERKIRAAN ANGGARAN YANG DI PERLUKAN :

Perhitungan jika menggunakan 5 Chip di atas adalah sebagai berikut :
1 x Chip Mkios               1 x Handphone + Kabel Data
1 x Chip Mtronik       1 x Handphone + kabel Data
1 x Chip Dompul             1 x Handphone + Kabel Data
1 x Chip Fkios               1 x Handphone + Kabel Data
1 x Chip Multi               1 x Handphone + Kabel Data

Kebutuhan untuk menerima dan membalas SMS
1 x Modul Center         1 x Handphone + Kabel Data

Modul Penerima SMS transaksi dari member
1 x Modul Center         1 x Handphone + Kabel Data
Modul pengirim SMS status dan jawaban transaksi dari member

Dapat dijelaskan disini bawah, server yang dibangun tersebut, menggunakan 5 (Lima) Chip yang berfungsi sebagai
chip transaksi + 1 Chip yang berfungsi sebagai modul center dan 1 Chip yang berfungsi sebagai modul sender.
Jadi total peralatan yang di butuhkan adalah 7 Set Handphone dan Kabel Data.

Untuk menunjang kelancaran koneksi antara kabel data dengan komputer dibutuhkan perangkat keras (hardware)
 tambahan berupa Port Usb External dengan menggunakan sumber daya (power supply) dari luar, mengingat jumlah
Slot Port Usb bawaan komputer secara umum berjumlah 2 sampai 6 Port. Jadi diperlukan 1 Port Usb External.
Perhitungan Anggaran kebutuhan perangkat keras (hardware) yang di perlukan adalah sebagai berikut

Harga HP C55            =  Rp. 275.000,-

Harga HP CDMA (FKios)    =  Rp. 600.000,-

Harga Kabel Data         =  Rp.   40.000,-

Port Usb External         =  Rp. 275.000,-

Supaya server dapat melakukan transaksi, diperlukan pembelian stock atau deposit kepada pihak distributor / operator.
Sebagai asumsi awal, deposit untuk masing-masing chip sebesar Rp. 500.000,-
Sedangkan balasan transaksi yang dilakukan member, diperlukan pengisian pulsa untuk sms sender, diasumsikan
sebesar Rp. 30.000,- untuk 2.000 SMS.
Sedangkan untuk menghidupkan sms senter sebagai penerima sms transaksi dari member, diasumsikan sebesar Rp. 10.000,-
Sedangkan untuk Software Full Version versi pemula, sebesar Rp. 2.000.000,-
Jadi perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun bisnis server pulsa isi ulang adalah sebagai berikut :


Namun, Jika anggaran ini masih dianggap terlalu besar bagi pemula, pengambilan Chip sementara bisa
menggunakan 1 Chip Multi Operator.
Sehingga total kebutuhan yang di butuhkan adalah Sbb :

Perhitungan jika menggunakan 1 Chip :
1 x Chip Multi         1 x Handphone + Kabel Data
Kebutuhan untuk menerima dan membalas SMS
1 x Modul Center Sender     1 x Handphone + Kabel Data
Modul Penerima sekaligus sebagai pengirim SMS transaksi dari
dan ke member

Jadi perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun bisnis server pulsa isi ulang dengan dana terbatas
adalah sebagai berikut :


Jadi dengan hanya bermodalkan Rp 3.417.000,-
Anda sudah mempunyai Usaha " Server Pulsa All Operator "

Catatan :
Perhitungan modal tersebut tidak termasuk untuk Komputer dan UPS

Bagaimana dengan perhitungan keuntungan Bisnis Server Pulsa All     Operator ?

Perhitungan keuntungan atau laba dapat kita uraikan sebagai berikut :
Diasumsikan penerapan keuntungan secara proporsional, sesuai dengan besaran nilai voucher tersebut
Keuntungan penyedia Server pulsa adalah Rp 100 s/d Rp 2.000
per Produk atau Kode Voucher.Di mulai dengan Nominal Kecil

Sebagai Contoh :
Isi ulang untuk voucher Rp   5.000 = Profit Rp 100,-
Isi ulang untuk voucher Rp 10.000 = Profit Rp 200,-
Isi ulang untuk voucher Rp 50.000 = Profit Rp 500,-

Semakin tinggi nominal,semakin besar Profit yang diterapkan.
Sebagai asumsi, untuk Outlet atau Counter kecil biasanya transaksi per hari
Berkisar antara 25 sampai dengan 150 transaksi.
Jika Anda mempunyai 50 Member atau Counter, maka profit yang didapat per hari dapat dihitung sebagai sebagai berikut :

·   Kita ambil rata-rata transaksi counter per hari adalah 50 transaksi
        Total transaksi per hari  = 50 Counter x 50 Transaksi  = 25.000 transaksi
·   Jika kita hitung profit rata-rata per transaksi adalah Rp. 200,-
·   Maka profit anda perhari adalah total transaksi x profit

Hasilnya adalah 25.000 Transaksi x Rp. 200,- = Rp. 500.000,-
Nah jadi keuntungan kita per hari sebesar Rp. 500.000.
Keuntungan dalam satu bulan adalah
Rp. 500.000 x 30 Hari = Rp 15.000.000,-

WOW !!! Sungguh sangat fantastis !!!

Padahal, masih ada beberapa produk voucher yang nilai profit per produknya diterapkan di atas Rp. 200.
Semakin banyak member atau anggota,semakin banyak jumlah transaksi yang di dapat dan semakin besar
 pula ke untungan atau profit yang anda didapat.

Sedangkan untuk mencari anggota, tidak harus selalu pedagang atau counter atau Outlet HP. Teman2 kerja,
atau relasi atau sanak saudara pun bisa Anda ajak dan turut merasakan hasil bisnis ini.


Mereka hanya cukup menyediakan 1 Handphone dan 1 kartu perdana yang tinggal anda daftarkan atau registrasi di Server All Operator Anda.Dan anda tinggal memikirkan alokasi stock dan memberikan pelayanan terbaik untuk member anda.



11/19/2009 11:42 AM


adnse
Re :   Kenalkan Diri

 salam dari jambi


11/06/2009 06:08 AM


kecebong.g
Topik :   MAKALAH TENTANG SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA

MAKALAH

TENTANG SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA

 

<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->


Disusun oleh :

ACHMAD

73.2001D.09.003

 

DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS BORNEO

TARAKAN

2009

 

Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu

 

1. Awal Perkembangan Agama Hindu  

Agama Hindu berasal dari India. Untuk mengetahui sejarah perkembangannya haruslah juga dipelajari sejarah perkembangan India meliputi aspek perkembangan penduduk maupun aspek kebudayaannya dari jaman ke jaman. Berdasarkan penelitian usia kitab- kitab Weda, para ahli sampai pada suatu kesimpulan bahwa agama Hindu telah tumbuh dan berkembang pada sekitar 6.000 tahun sebelum tahun Masehi. Sebagai agama tertua, agama Hindu kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.

2. Penduduk India  

Penduduk asli yang mendiami India sekarang bermukim di daerah dataran tinggi Dekkan. Kehidupannya masih sangat sederhana.
Bangsa Dravida berasal dari daerah Asia Tengah (Baltic) masuk ke India dan mendiami daerah sepanjang sungai Sindhu yang subur. Kebudayaan mereka lebih tinggi dari penduduk asli. Bangsa Arya juga berasal dari daerah sekitar Asia Tengah, menyebar memasuki daerah- daerah Iran (Persia), Mesopotamia, dan juga masuk ke daerah Eropa. Yang sampai masuk ke India adalah merupakan bagian dari yang pernah masuk ke Iran. Mereka masuk ke India dalam dua tahap di dua tempat yang berbeda. Pertama mereka masuk di daerah Punjab yaitu daerah lima aliran anak sungai yang disambut dengan peperangan oleh bangsa Dravida yang sudah lebih dulu bermukim di sana. Karena bangsa Arya lebih maju dan lebih kuat, Bangsa Dravida dapat dikalahkan. Tahap kedua Bangsa Arya masuk ke India melalui daerah dua aliran sungai yaitu lembah sungai Gangga dan lembah sungai Yamuna, daerah ini dikenal dengan nama daerah Doab. Kedatangan mereka tidak disambut peperangan, bahkan kemudian terjadi percampuran melalui perkawinan. Bangsa- bangsa inilah yang menjadi nenek moyang bangsa India sekarang.

3. Jaman Weda  

Telah diketahui bahwa bangsa yang datang kemudian di India adalah bangsa Arya yang mendiami dua tempat yaitu di Punjab dan Doab. Di kedua daerah tersebut mereka berkembang dan mengembangkan peradabannya. Dikatakan bahwa orang- orang Aryalah yang menerima wahyu Weda. Wahyu- wahyu Weda ini tidak turun sekaligus, melainkan dalam jangka waktu yang agak lama, dan juga tidak diwahyukan di satu tempat saja. Penerima wahyu disebut Maha Resi, diterima melalui pendengaran, dan oleh sebab itu wahyu Weda disebut Sruti (sru= pendengaran). Kurun waktu turunnya wahyu- wahyu Weda itulah yang disebut jaman Weda dan ajaran Weda inilah yang kemudian tersebar ke berbagai penjuru dunia.

4. Penyebaran Agama Hindu  

Dalam suatu penggalian di Mesir ditemukan sebuah inskripsi yang diketahui berangka tahun 1200 SM. Isinya adalah perjanjian antara Ramses II dengan Hittites. Dalam perjanjian ini "Maitra Waruna" yaitu gelar manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa menurut agama Hindu yang disebut- sebut dalam Weda dianggap sebagai saksi.
Gurun Sahara yang terdapat di Afrika Utara menurut penelitian Geologi adalah bekas lautan yang sudah mengering. Dalam bahasa Sanskerta Sagara artinya laut; dan nama Sahara adalah perkembangan dari kata Sagara. Diketahui pula bahwa penduduk yang hidup di sekelilingnya pada jaman dahulu berhubungan erat dengan Raja Kosala yang beragama Hindu dari India.
Penduduk asli Mexico mengenal dan merayakan hari raya Rama Sinta, yang bertepatan dengan perayaan Nawa Ratri di India. Dari hasil penggalian di daerah itu didapatkan patung- patung Ganesa yang erat hubungannya dengan agama Hindu. Di samping itu penduduk purba negeri tersebut adalah orang- orang Astika (Aztec), yaitu orang- orang yang meyakini ajaran- ajaran Weda. Kata Astika ini adalah istilah yang sangat dekat sekali hubungannya dengan "Aztec" yaitu nama penduduk asli daerah itu, sebagaimana dikenal namanya sekarang ini.
Penduduk asli Peru mempunyai hari raya tahunan yang dirayakan pada saat- saat matahari berada pada jarak terjauh dari katulistiwa dan penduduk asli ini disebut Inca. Kata "Inca" berasal dari kata "Ina" dalam bahasa Sanskerta yang berarti "matahari" dan memang orang- orang Inca adalah pemuja Surya.
Uraian tentang Aswameda Yadnya (korban kuda) dalam Purana yaitu salah satu Smrti Hindu menyatakan bahwa Raja Sagara terbakar menjadi abu oleh Resi Kapila. Putra- putra raja ini berusaha ke Patala loka (negeri di balik bumi= Amerika di balik India) dalam usaha korban kuda itu. Karena Maha Resi Kapila yang sedang bertapa di hutan (Aranya) terganggu, lalu marah dan membakar semua putra- putra raja Sagara sehingga menjadi abu. Pengertian Patala loka adalah negeri di balik India yaitu Amerika. Sedangkan nama Kapila Aranya dihubungkan dengan nama California dan di sana terdapat taman gunung abu (Ash Mountain Park).
Di lingkungan suku- suku penduduk asli Australia ada suatu jenis tarian tertentu yang dilukiskan sebagai tarian Siwa (Siwa Dance). Tarian itu dibawakan oleh penari- penarinya dengan memakai tanda "Tri Kuta" atau tanda mata ketiga pada dahinya. Tanda- tanda yang sugestif ini jelas menunjukkan bahwa di negeri itu telah mengenal kebudayaan yang dibawa oleh agama Hindu.

5. Agama Hindu di Indonesia  

Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal Tarikh Masehi, dibawa oleh para Musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para Musafir dari Tiongkok yakni Musafir Budha Pahyien. Kedua tokoh besar ini mengadakan perjalanan keliling Nusantara menyebarkan Dharma. Bukti- bukti peninggalan ini sangat banyak berupa sisa- sisa kerajaan Hindu seperti Kerajaan Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman di Jawa Barat.
Kerajaan Kutai dengan rajanya Mulawarman di Kalimantan Timur, Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah dengan rajanya Sanjaya, Kerajaan Singosari dengan rajanya Kertanegara dan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, begitu juga kerajaan Watu Renggong di Bali, Kerajaan Udayana, dan masih banyak lagi peninggalan Hindu tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Raja- raja Hindu ini dengan para alim ulamanya sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan agama, seni dan budaya, serta kesusasteraan pada masa itu. Sebagai contoh candi- candi yang bertebaran di Jawa di antaranya Candi Prambanan, Borobudur, Penataran, dan lain- lain, pura- pura di Bali dan Lombok, Yupa- yupa di Kalimantan, maupun arca- arca dan prasasti yang ditemukan hampir di seluruh Nusantara ini adalah bukti- bukti nyata sampai saat ini. Kesusasteraan Ramayana, Mahabarata, Arjuna Wiwaha, Sutasoma (karangan Empu Tantular yang di dalamnya terdapat sloka "Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa") adalah merupakan warisan- warisan yang sangat luhur bagi umat selanjutnya. Agama adalah sangat menentukan corak kehidupan masyarakat waktu itu maupun sistem pemerintahan yang berlaku; hal ini dapat dilihat pada sekelumit perkembangan kerajaan Majapahit.
Raden Wijaya sebagai pendiri kerajaan Majapahit menerapkan sistem keagamaan secara dominan yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Sewaktu meninggal, oleh pewarisnya dibuatkan pedharman atau dicandikan pada candi Sumber Jati di Blitar Selatan sebagai Bhatara Siwa dan yang kedua didharmakan atau dicandikan pada candi Antapura di daerah Mojokerto sebagai Amoga Sidhi (Budha). Raja Jayanegara sebagai Raja Majapahit kedua setelah meninggal didharmakan atau dicandikan di Sila Petak sebagai Bhatara Wisnu sedangkan di Candi Sukalila sebagai Buddha.
Maha Patih Gajah Mada adalah seorang Patih Majapahit sewaktu pemerintahan Tri Buana Tungga Dewi dan Hayam Wuruk. Ia adalah seorang patih yang sangat tekun dan bijaksana dalam menegakkan dharma, sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam pemerintahan Sri Baginda. Semenjak itu raja Gayatri memerintahkan kepada putranya Hayam Wuruk supaya benar- benar melaksanakan upacara Sradha. Adapun upacara Sradha pada waktu itu yang paling terkenal adalah mendharmakan atau mencandikan para leluhur atau raja- raja yang telah meninggal dunia (amoring Acintya). Upacara ini disebut Sradha yang dilaksanakan dengan Dharma yang harinya pun telah dihitung sejak meninggal tiga hari, tujuh hari, dan seterusnya sampai seribu hari dan tiga ribu hari. Hal ini sampai sekarang di Jawa masih berjalan yang disebut dengan istilah Sradha, Sradangan yang pada akhirnya disebut Nyadran.
Memperhatikan perkembangan agama Hindu yang mewarnai kebudayaan serta seni sastra di Indonesia di mana raja- rajanya sebagai pimpinan memperlakukan sama terhadap dua agama yang ada yakni Siwa dan Budha, jelas merupakan pengejawantahan toleransi beragama atau kerukunan antar agama yang dianut oleh rakyatnya dan berjalan sangat baik. Ini jelas merupakan nilai- nilai luhur yang diwariskan kepada umat beragama yang ada pada saat sekarang. Nilai- nilai luhur ini bukan hanya mewarnai pada waktu lampau, tetapi pada masa kini pun masih tetap merupakan nilai- nilai positif bagi pewaris- pewarisnya khususnya umat yang meyakini agama Hindu yang tertuang dalam ajaran agama dengan Panca Sradhanya.
Kendatipun agama Hindu sudah masuk di Indonesia pada permulaan Tarikh Masehi dan berkembang dari pulau ke pulau namun pulau Bali baru mendapat perhatian mulai abad ke-8 oleh pendeta- pendeta Hindu di antaranya adalah Empu Markandeya yang berAsrama di wilayah Gunung Raung daerah Basuki Jawa Timur. Beliaulah yang memimpin ekspedisi pertama ke pulau Bali sebagai penyebar agama Hindu dengan membawa pengikut sebanyak ± 400 orang. Ekspedisi pertama ini mengalami kegagalan.
Setelah persiapan matang ekspedisi kedua dilaksanakan dengan pengikut ± 2.000 orang dan akhirnya ekspedisi ini sukses dengan gemilang. Adapun hutan yang pertama dibuka adalah Taro di wilayah Payangan Gianyar dan beliau mendirikan sebuah pura tempat pemujaan di desa Taro. Pura ini diberi nama Pura Murwa yang berarti permulaan. Dari daerah ini beliau mengembangkan wilayah menuju pangkal gunung Agung di wilayah Besakih sekarang, dan menemukan mata air yang diberi nama Sindhya. Begitulah permulaan pemujaan Pura Besakih yang mula- mula disebut Pura Basuki.
Dari sini beliau menyusuri wilayah makin ke timur sampai di Gunung Sraya wilayah Kabupaten Karangasem, selanjutnya beliau mendirikan tempat suci di sebuah Gunung Lempuyang dengan nama Pura Silawanayangsari, akhirnya beliau bermukim mengadakan Pasraman di wilayah Lempuyang dan oleh pengikutnya beliau diberi gelar Bhatara Geni Jaya Sakti. Ini adalah sebagai tonggak perkembangan agama Hindu di pulau Bali.
Berdasarkan prasasti di Bukit Kintamani tahun 802 Saka (880 Masehi) dan prasasti Blanjong di desa Sanur tahun 836 Saka (914 Masehi) daerah Bali diperintah oleh raja- raja Warmadewa sebagai raja pertama bernama Kesariwarmadewa. Letak kerajaannya di daerah Pejeng dan ibukotanya bernama Singamandawa. Raja- raja berikutnya kurang terkenal, baru setelah raja keenam yang bernama Dharma Udayana dengan permaisurinya Mahendradata dari Jawa Timur dan didampingi oleh Pendeta Kerajaan Empu Kuturan yang juga menjabat sebagai Mahapatih maka kerajaan ini sangat terkenal, baik dalam hubungan politik, pemerintahan, agama, kebudayaan, sastra, dan irigasi semua dibangun. Mulai saat inilah dibangun Pura Kahyangan Tiga (Desa, Dalem, Puseh), Sad Kahyangan yaitu Pura Lempuyang, Besakih, Bukit Pangelengan, Uluwatu, Batukaru, Gua Lawah, Sistem irigasi yang terkenal dengan Subak, sistem kemasyarakatan, Sanggar/ Merajan, Kamulan/Kawitan dikembangkan dengan sangat baik.
Sewaktu kerajaan Majapahit runtuh keadaan di Bali sangat tenang karena tidak ada pergolakan agama. Pada saat itulah datang seorang Empu dari Jawa yang bernama Empu Dwijendra dengan pengikutnya yang mengembangkan dan membawa pembaharuan agama Hindu di Bali. Dewasa ini, terutama sejak jaman Orde Baru, perkembangan Agama Hindu makin maju dan mulai mendapat perhatian serta pembinaan yang lebih teratur.

 

Sejarah Perkembangan Agama Buddha

Agama Buddha pada mulanya sederhana, namun dalam perkembangannya tidak lagi demikian. Hal ini tidak lepas dari "tekanan" umat awam, kepada siapa para bhikkhu "bergantung" baik untuk memperoleh empat kebutuhan pokok maupun untuk menjalankan misi pelestarian dan pembabaran Dhamma. Perlu dicatat bahwa umat awam tersebut pada umumnya hanya mampu mengikuti ajaran yang berupa jalan ke Surga, bukan jalan pembebasan untuk merealisasikan Nirvana.

Dari buku yang mengisahkan riwayat hidup Buddha Gotama, dapat kita ketahui bahwa pelayanan keagamaan yang diberikan pada masa itu titik beratnya adalah penumbuhan kebijaksanaan melalui pelatihan meditasi, khotbah, dan dialog. Dalam beberapa kesempatan, Sang Buddha juga mempertunjukkan kekuatan gaibnya untuk menimbulkan keyakinan dan membuka jalan pengajaran. Di samping pancaran kasih sayang dan kebijaksanaan, Beliau juga memberikan keteladanan dalam tindakan, antara lain dengan merawat bhikkhu yang sakit. Bentuk pelayanan keagamaan lainnya pada masa itu adalah sejumlah paritta untuk perlindungan/keselamatan.

Setelah Sang Buddha parinibbana, kita mengenal adanya periode Theravada, periode Mahayana, dan periode Tantrayana (dan Ch'an). Menurut Dr. Edward Conze dalam bukunya "A Short History of Buddhism" masing-masing berlangsung lima ratus tahun. Pada periode Theravada, orang suci yang ideal adalah Arahat atau orang yang tidak mempunyai keterikatan, nafsu telah padam, dan ia tak akan dilahirkan kembali di dunia ini. Pada periode Mahayana, orang suci yang ideal adalah Bodhisatva atau orang yang ingin menyelamatkan semua makhluk dan berharap pada akhirnya ia menjadi Samyaksambuddha. Pada periode Tantrayana, orang suci yang ideal adalah Siddha atau orang yang sangat harmonis dengan alam sehingga ia mampu dengan bebas menggunakan kekuatan alam baik di dalam maupun di luar dirinya.

Sudah tentu figur orang suci yang ideal pada setiap periode ada kaitannya dengan perkembangan pelayanan keagamaan. Namun satu hal yang sangat menonjol adalah berkembangnya aspek bhakti di kalangan umat Buddha yang antara lain ditandai dengan kehadiran Buddharupang di samping stupa. Berbagai upacara pun muncul sebagai bentuk pelayanan keagamaan. Upacara-upacara tersebut akan bermanfaat jika dilakukan dengan semangat yang tepat, sebab dapat membantu menumbulkan dan mempertahankan keyakinan kita untuk mengukuti jalan Sang Buddha.

Catatan Singkat Sejarah Perkembangan Agama Buddha

Segera setelah Buddha Gautama parinibbana, 500 murid yang telah menjadi Arahat berhimpun menyelenggarakan Konsili I di Rajagaha. Konsili yang didukung oleh Raja Ajatasattu dari Magadha ini mengumpulkan semua ajaran Buddha, dikelompokkan atas Sutta dan Vinaya, secara sistematis.

Seabad kemudian dengan bantuan Raja Kalasoka di Vesali diselenggarakan Konsili II yang diikuti 700 Arahat. Ketika itu terbentuk dua kelompok, yaitu Sthaviravada yang mempertahankan pelaksanaan peraturan secara kaku dan Mahasanghika yang mengijinkan penghapusan peraturan yang dianggap tidak penting.

Konsili II diadakan di Pataliputta di bawah pemerintahan Raja Asoka (247 SM), tidak berhasil melenyapkan perbedaan aliran, tetapi berhasil menghimpun Abhidhamma. Aliran yang didukung Raja Asoka adalah Vibhajyavada.

Konsili IV diadakan di Jalandhara di bawah dukungan Raja Kaniska (Abad I), yang menyusun komentar-komentar terhadap Tripitaka. Aliran yang dominan adalah Sarvastivada, aliran yang menggunakan bahasa Sansekerta. Seribu tahun setelah Konsili IV agama Buddha tumbuh subur di India. Para cendekiawan memberikan kontribusi terhadap filsafat Mahayana. Maha Bodhisatva-Maha Bodhisatva menjadi populer melalui tradisi Vajrayana.

Menurut catatan Sri Lanka, Konsili IV di Jalndhara tidak diikuti oleh aliran Theravada. Catatan sejarah dari aliran Theravada menyatakan bahwa Konsili V diadakan di Mandalay, Burma (1871) dan berhasil memahatkan Tipitaka Pali secara lengkap pada 729 lempengan marmer. Konsili VI yang juga dihadiri Bhikkhu-Bhikkhu barat diselenggarakan di Rangoon, Burma, dimulai pada hari Waisak tahun 1954 dan berakhir tepat sebelum hari Waisak tahun 1956.

Agama Buddha masuk Sri Lanka pada abad III SM melalui Bhikkhu Mahinda (putra Raja Asoka) dan kemudian sangat populer. Pada abad V M Buddhagosa memberikan kontribusi besar bagi literatur Theravada. Setelah sempat tertidur pada masa penjajahan, agama Buddha bangkit kembali pada akhir abad XIX.

Agama Buddha masuk Cina dari Asia Tengah pada abad I SM, mula-mula dianggap asing dan baru tahun 335 bangsa Cina diperbolehkan menjadi bhiksu. Namun pada tahun 400, 1200 naskah telah diterjemahkan. Abad VII agama Buddha telah menjadi bagian yang penting dari kebudayaan Cina. Agama Buddha masuk Korea melalui Cina pada abad IV. Setelah suatu masa dengan pengaruh besar, sempat terhenti dan baru bangkut kembali awal abad XX. Agama Buddha masuk Jepang melalui Korea abad VI. Kemudian bhiksu-bhiksu Jepang belajar ke Cina. PAda periode Kamakura, sejumlah sekte berkembang dan sangat populer. Meski abad-abad akhir tidak didukung pemerintah, tetap merupakan kekuatan yang penting dalam kebudayaan Jepang.

Agama Buddha masuk Asia Tenggara melalui para pedagang dan misionaris India. Ketiga tradisi (Theravada, Mahayana, dan Vajrayana) berkembang pada waktu yang sama atau berbeda di tempat-tempat yang berlainan. Monumen agung seperti Borobudur di Indonesia dan Angkor Wat di Kamboja merupakan bukti. Agama Buddha Theravada terus berkembang di Burma dan Thailand.

Agama Buddha masuk Tibet pada abad VII. Pada abad-abad selanjutnya guru-guru India menyebarkannya di sana dan terus berkembang subur berkat para guru agung Tibet. Pada tahun-tahun belakangan banyak orang Tibet membawa agama Buddha Vajrayana ke barat dan India. Agama Buddha masuk Mongolia dari Tibet pada abad XIII.

Penjajahan membawa Eropa bertemu dengan agama Buddha di Asia. Kitab-kitab agama Buddha di bawa ke Eropa untuk dipelajari. Pada awal abad XX, sejumlah orang Eropa mulai menjalankan ajaran agama Buddha dan sejumlah organisasi didirikan untuk tujuan itu. Saat ini, pengkajian dan pengamalan ajaran Buddha terus berkembang di berbagai negara di Eropa.

Agama Buddha mulai dipelajari di Amerika pada abad XIX. Imigran Cina dan Jepang membawa tradisi-tradisi Buddhis yang berlainan ke Amerika. PAda akhir abad XIX sejumlah misionari Buddhis berangkat ke Amerika. Saat ini minat masyarakat dan kalangan akademi terus berkembang subur. Semua tradisi utama terdapat di sini.

Dengan makin sempitnya dunia sebagai akibat arus globalisasi, saling hubungan antar aliran semakin terjadi dan perkembangan agama Buddha pun memasuki kerjasama internasional. Pada tahun 1950 di kota Kolombo, Sri Lanka terbentuk World Fellowship of Buddhists (WBSC) yang juga dimaksudkan untuk menyatukan pandangan dari berbagai aliran agama Buddha yang tersebat di muka bumi. Kemudian pada The Third Annual International Buddhist Seminar yang berlangsung di New York pada tanggal 9 Maret 1974, dicetuskan gagasan untuk mempertautkan semua aliran agama Buddha di bawah nama Ekayana atau Buddhayana.

Dr.Ananda W.P. Guruge (Srilanka), seorang tokoh UNESCO, di Paris pada tahun 1986 dalam ceramah Waisaknya yang berjudul "Universal Buddhism", menyatakan, "Saya meramalkan timbulnya kecenderungan-kecenderungan baru dalam agama Buddha di Barat. Interaksi yang rapat dari berbagai aliran dan sekte yang berbeda akan berakibat saling mempengaruhi. Pakar-pakar Barat telah menyuarakan bahwa mereka lebih menginginkan bentuk agama Buddha yang menggabungkan ketiga Tradisi dari Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Kita mendengar istilah-istilah Triyana (ketiga jalan) dan Buddhayana (jalan Sang Buddha) sebagai nama untuk bentuk gabungan dari agama Buddha. Kita seharusnya tidak merendahkan perkembangan alamiah ini, karena beginilah sebenarnya bagaimana ajaran Buddha berkembang selama 2500 tahun terakhir.

Sumber : milis TPKB ITS Viriya Vijja Surabaya, artikel ini diambil dari booklet Pekan Penghayatan Dhamma (PPD) IV yang diselenggarakan TPKB. Artikel ini berisikan sejarah perkembangan agama Buddha selama 2500 beberapa tahun yang lalu.

 

 

Sejarah Perkembangan Agama Khonghucu

Sejarah perjalanan dan perkembangan agama Khonghucu (Kong jiao) sangatlah panjang. Agama Khonghucu adalah agama yang ada dengan mengambil nama Sang Nabi Khongcu (Kongzi/Kong Fuzi) yang lahir pada tanggal 27 bulan 8 tahun 551 SM di negeri Lu (kini jasirah Shandong). Awalnya agama ini bernama Ru jiao ( ). Huruf Ru () berasal dari kata (-) ‘ren’ (orang) dan () ‘xu’ (perlu) sehingga berarti ‘yang diperlukan orang’, sedangkan ‘Ru’ sendiri bermakna () ‘Rou’ lembut budi-pekerti, penuh susila, () ‘Yu’ – Yang utama, mengutama perbuatan baik, lebih baik,.. He – Harmonis, Selaras,.. Ru – Menyiram dengan kebajikan, bersuci diri,.. ‘Jiao berasal dari kata ‘xiao’ (berbakti) dan ‘wen’ (sastra, ajaran). Jadi ‘jiao’ berarti ajaran/sastra untuk berbakti; =agama. Maka Ru jiao adalah ajaran/agama untuk berbakti bagi kaum lembut budi pekerti yang mengutamakan perbuatan baik, selaras dan berkebajikan. Ru jiao ada jauh sebelum Sang Nabi Kongzi lahir. (2952 – 2836 SM), Dimulailah dengan sejarah Nabi-Nabi suci Fuxi Shen-nong (2838 – 2698 SM), Huang-di (2698 – 2596 SM), Yao (2357 – 2255 SM), Shun (2255 – 2205 SM), Da-yu (2205 – 2197 SM), Shang-tang (1766 – 1122 SM),Wen, Wu Zhou-gong (1122 – 255 SM), sampai Nabi Agung Kongzi (551 – 479 SM) dan Mengzi (371 – 289 SM). Para nabi inilah peletak Ru jiao. Sedangkan Nabi Kongzi adalah penerus, pembaharu dan penyempurna. Maka Ru jiao juga disebut Kong jiao.

Sejarah Agama Konghucu di Indonesia

  • 1883 – Boen Tjhiang Soe (Wen Chang Ci 文昌祠), dan kemudian menjadi Boen Bio (Wen Miao 文廟) Jl.Kapasan No. 131 Surabaya. Oleh pihak Belanda disebut “Gredja Boen Bio atau Geredja Khonghoetjoe (de kerk van Confucius). Dewasa ini sebagai tempat ibadah umat Agama Khonghucu Indonesia. Dibina oleh MAKIN – Majelis Agama Khonghucu Indonesia Surabaya.
  • 1886 – diterbitkan kitab Hikayat Khonghucu, disusun oleh Lie Kim Hok.
  • 17 Maret 1900 – 20 pemimpin Tionghoa mendirikan lembaga sosial kemasyarakatan Khonghucu yang disebut Tiong Hoa Hwee Kwan (Zhonghua Huiguan 中華會館) yang bermaksud memurnikan Agama dan menghapuskan sinkretisme.

 

 

 

Berdirinya lembaga-lembaga agama Konghucu di Indonesia

  • 1918 diresmikan Khong Kauw Hwee (Kong Jiao Hui 孔教會) di kota Surakarta, menyusul pula kota-kota lainnya.
  • 25 September 1924 diadakan Kongres di Bandung yang tujuan utamanya membahas lebih lanjut penyeragaman tata ibadah di seluruh tanah air.
  • 25 Desember 1938 diadakan konferensi di Surakarta dan kedudukan pusat dialihkan ke kota Surakarta, dengan ketua umum Tio Tjien Ik, sekretaris Auw Ing Kiong dan diterbitkan majalah bulanan Bok Tok Gwat Po (Mu Duo Yue Bao).

Konferensi tahun 1941 akan diselenggarakan di Cirebon. Semua sekolah Khong Kauw Hwee diberi pelajaran agama Khonghucu. Upacara pernikahan dan kematian supaya diselidiki dan disesuaikan dengan keadaan zaman, tapi tetap berpatokan pada nilai-nilai Ru Jiao.

  • Pada tahun 1942, karena imbas perang dunia II dan masuknya bala tentara Jepang ke Indonesia, Khong Kauw Tjong Hwee yang dianggap anti-Jepang dibekukan.
  • Masa Penjajahan Jepang (1942-1945). Pada masa itu, Litang (tempat ibadah umat Khonghucu) banyak menampung pengungsi tanpa memandang ras. Hal ini sesuai dengan prinsip “Di Empat Penjuru Samudera Semua Umat Bersaudara” (四海之內,皆兄弟也 - Si Hai Zhi Nei, Jie Xiong Di Ye). Lun Yu 12:5.
  • Masa Kemerdekaan - Pada awal-awal kemerdekaan NKRI, kegiatan Khong Kauw Hwee lebih banyak bersifat lokal. Pada bulan Desember 1954, di Solo, diselenggarakan konferensi tokoh-tokoh agama Khonghucu untuk persiapan membangun kembali Khong Kauw Tjong Hwee.
  • Pada tgl 16 April 1955 dibentuk PKCHI (Perserikatan Khong Chiao Hwee Indonesia / Perserikatan Kong Jiao Hui Indonesia) sebagai penjelmaan kembali Khong Kauw Tjong Hwee dengan kedudukan pusat di Solo dengan Ketua umum: Dr. Kwik Tjie Tiok. Sekretaris: Oei Kok Dhan.

Kongres agama Konghucu

  • Kongres pertama diselenggarakan 6-7 Juli 1956 di Solo. Dalam kongres ini disempurnakan AD dan ART PKCHI. Kedudukan pusat tetap di Solo dengan ketua Dr. Kwik Tjie Tiok dan sekretaris Tjan Bian Lie.
  • Kongres kedua diselenggarakan di Bandung, tgl 6-9 Juli 1957. Kedudukan pusat tetap dipilih kota Solo dengan ketua Dr. Kwik Tjie Tiok dan Tjan Bian Lie sebagai sekretaris.
  • Kongres ketiga diselenggarakan di Boen Bio Surabaya tgl 5-7 Juli 1959 dengan ketua umum Tan Hok Liang dan sekretaris Tan Liong Kie untuk periode 1959-1961 dengan kedudukan pusat di Bogor. Di dalam konggres ke empat di Solo 14-16 Juli 1961 diputuskan :
    1. Mengintensifkan penyeragaman tata ibadah.
    2. Mengubah nama PKCHI menjadi LASKI (Lembaga Agama Sang Khongcu Indonesia)
    3. Mengutus Thio Tjoan Tek, salah seorang ketua LASKI, bersama dengan Prof. Dr. Mustopo dari Bandung, memohon agar agama Khonghucu dikukuhkan dalam bimbingan kehidupan masyarakatnya oleh Kementerian Agama RI.
    4. Solo kembali dipilih sebagai pusat organisasi, Tjan Bian Lie sebagai ketua umum dan The Ping Hap sebagai sekretaris.

 

  • Pada Konggres ke-6 GAPAKSI di Solo 23-27 Agustus 1967, nama GAPAKSI diubah menjadi MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia). Terpilih sebagai pengurus: Ketua Umum: Tan Sing Hoo.

Wakil Ketua Umum: Suryo Hutomo. Sekretaris: Ws. Oei Tjien San. Di dalam konggres ini Pejabat Presiden RI Soeharto dan Ketua MPRS A. H. Nasution, memberikan sambutan tertulis. Dirjen Bimasa agama Hindu dan Buddha Departemen Agama RI, I.B.P. Mastra yang saat itu sudah memberi tempat bagi umat agama Khonghucu di Departemennya, ikut memberikan sambutan atas nama Menteri Agama.

  • Konggres ke-7 diselenggarakan di Pekalongan tgl 24-28 Desember 1969. Kedudukan pusat tetap di Solo. Kepengurusan periode 1969-1971 adalah; Ketua Umum: - Suryo Hutomo. Sekretaris: Tjiong Giok Hwa. Pada Konggres ini IBP Mastra, Dirjen Bimasa Agama Hindu dan Buddha, memberi sambutan mewakili Menteri Agama K. H. Mochammad Dahlan. Juga ikut memberikan sambutan tertulis Ketua MPRS A. H. Nasution.
  • Tanggal 25-27 Desember 1970 diadakan Musyawarah Kerja (Muker) Makin-Makin se-Jawa Barat dan DKI Jaya untuk meningkatkan perkembangan Agama Khonghucu.
  • Tanggal 3 Juli 1971 diadakan Musyawarah Kerja Seluruh Indonesia (MUKERSIN I), yang dihadiri utusan-utusan dari 41 daerah dengan tujuan mensukseskan Pelita dan Pemilihan Umum.
  • Tanggal 23-27 Desember 1971 diselenggarakan Konggres ke-8 Matakin di Semarang. Hasilnya kedudukan pusat tetap di Solo dan terpilih:
    1. Ketua umum: Suryo Hutomo
    2. Sekretaris: Ibu Tjiong Giok Hwa.
  • Tanggal 19-22 Desember 1975 di Tangerang diselenggarakan MUNAS III Dewan Rokhaniwan Agama Khonghucu Indonesia yang dihadiri oleh Rokhaniwan dari 25 daerah. Keputusan-keputusan penting di dalam munas ini adalah disahkannya penyempurnaan hukum perkawinan dan pelaksanaan upacara.

 

Penyempurnaan dan penyeragaman tata Agama Khonghucu.

  • Tanggal 20-23 Desember 1976 diselenggarakan MUKERSIN II di Jakarta yang dihadiri utusan-utusan dari 35 daerah untuk konsolidasi umat Khonghucu demi mensukseskan Pembangunan Nasional.

Pada tanggal 28 s/d 9 September 1979 MATAKIN mengirim utusan mengikuti World Conference on Religion for Peace ke-3 di New Jersey, Amerika Serikat.

  • Tanggal 23-31 Agustus 1984 MATAKIN mengirim utusan menghadiri World Conference on Religion for Peace di Nairobi, Kenya (Afrika).

Tanggal 15 Januari 1987 di Solo diselenggarakan konferensi MATAKIN secara internal dan sebagai hasilnya telah terpilih Ketua Umum MATAKIN periode 1987-1991 yaitu Ws. Leo Kuswanto.

  • Pada tanggal 14 Maret 1987 diadakan pertemuan MATAKIN dan disepakati untuk mengadakan revisi dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam rangka menyesuaikan diri dengan Undang-undang No.8/ 1985.
  • Tahun 1993 diadakan Munas (Kongres) MATAKIN XII di Jakarta dan terpilih sebagai Koordinator Presidium Hengky Wijaya dengan Ketua Majelis Pimpinan Pusat Harian Js. Chandra Setiawan dan Sekretaris Irwanto. Kedudukan pusat MATAKIN di Jakarta.
  • Tanggal 13-15 September 2002 diselenggarakan Musyawarah Nasional ke-14 MATAKIN di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta yang dibuka oleh Ketua MPR RI, Amien Rais. Ikut memberikan pengarahan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Kwik Kian Gie, mantan Presiden RI K. H. Abdurrahman Wahid, Sekjen MUI Din Syamsudin, Ketua MUI Sulastomo. Pada Munas ini ditetapkan Ketua Umum untuk periode 2002-2006 adalah Js. Budi S. Tanuwibowo dan Sekretaris Umum Dede Hasan Senjaya.

 

Berdirinya Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)

Pada tanggal 11-12 Desember 1954 di Sala diadakan konferensi antar tokoh-tokoh Agama Khonghucu untuk membahas kemungkinan ditegakkan kembali Lembaga Agama Khonghucu secara Nasional setelah tidak ada kegiatan semenjak pecahnya perang dunia II dan masuknya Jepang ke Indonesia. Akhirnya pada konferensi yang diselenggarakan di Sala pada tanggal 16 April 1955 disepakati dibentuk kembali Lembaga Tertinggi Agama Khonghucu Indonesia dengan memakai nama Perserikatan K’ung Chiao Hui Indonesia yang diketuai Dr. Sardjono. Tanggal 16 April 1955 disepakati sebagai hari jadi Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, disingkat MATAKIN.

Sejak berdirinya secara periodik diadakan Kongres/MUNAS. Pada awal pemerintahan Orde Baru, tepatnya tanggal 23-27 Agustus 1967 telah diadakan Kongres ke-VI di mana Soeharto yang pada waktu itu sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia berkenan memberikan sambutan tertulis yang antara lain mengatakan bahwa, "Agama Konghutju mendapat tempat yang layak dalam negara kita jang berlandaskan Pantjasila ini”.

Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 477/74054/ BA.01.2/ 4683/95 tanggal 18 November 1978 antara lain menyatakan bahwa agama yang diakui oleh pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha mulailah keberadaan umat Khonghucu dipinggirkan. Keputusan politik ini yang sesungguhnya batal demi hukum, karena sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia, disamping itu bertentangan dengan UUD pasal 29 ayat 2 yang memberikan kebebasan beragama dan beribadat, justru dijadikan pegangan oleh aparat pemerintah sampai sekarang ini kendatipun telah dicabut per tanggal 31 Maret 2000. Surat edaran ini juga mengingkari realita bahwa warga negara Indonesia yang memeluk Agama Khonghucu ada di Indonesia. Karena berdasarkan sensus penduduk yang diadakan lembaga resmi pemerintah yaitu Biro Pusat Statistik Indonesia pada tahun 1976 penduduk Indonesia yang beragama Khonghucu mencapai 0,7% yang berarti lebih dari 1 juta jiwa.

 

 

 

 

 

Perkembangan Lembaga dan Agama Khonghucu pada era Reformasi

Patut disyukuri pengakuan hak asasi manusia pada era reformasi mulai membaik, terbukti Menteri Agama Republik Indonesia pada Kabinet Reformasi memberikan kesempatan kepada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengadakan Musyawarah Nasional XIII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada tanggal 22 – 23 Agustus 1998 yang dihadiri perwakilan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN), Kebaktian Agama Khonghucu Indonesia (KAKIN) dan wadah umat Agama Khonghucu lainnya dari berbagai penjuruh tanah air Indonesia.

Harus diakui karena selama tidak kurang dari 20 tahun umat Khonghucu di Indonesia hidup dalam tekanan dan pengekangan sebagai akibat tindakan represif dan diskriminatif terhadap umat Khonghucu mempunyai dampak negatif bagi perkembangan kelembagaan umat Khonghucu. Walaupun umat Khonghucu ada di setiap provinsi di Indonesia, belum semua propinsi ada lembaga agama Khonghucu yang terorganisasi dan dibawah pembinaan langsung MATAKIN.

Asas MATAKIN

Sesuai yang tertera dalam BAB II, pasal 4 Anggaran Dasar, MATAKIN berasaskan Pancasila.

Hubungan dengan organisasi lain

Di dalam Anggaran Dasar MATAKIN Bab XIII pasal 21.2 dengan tegas disebutkan bahwa,” MATAKIN bersifat independen, dan tidak berafiliasi dengan/ atau kepada organisasi sosial-politik manapun, baik di dalam dan di luar negeri”.

Tahun Baru Imlek

Imlek adalah religi dan tradisi Konfucian (Rujiao / Kongjiao). Di Tiongkok terdapat dua jenis kalender: kalender tradisional yang biasa disebut agricultural calendar" (農曆 nónglì, 农历) dan kalender Gregorian yang biasa disebut kalender umum (公曆 gōnglì, 公历), atau kalender Barat (西曆 xīlì, 西历). Nama lain dari kalender Tionghoa adalah kalender "Yin” (陰曆 yīnlì, 阴历), yang dihitung atas dasar perhitungan bulan. Sedangkan kalender Gregorian disebut kalender"Yang”(陽曆 yánglì, 阳历) yang dikaitkan pada perhitungan matahari. Kalender Tionghoa disebut kalender lama (舊曆 jìulì, 旧历) sedangkan kalender Gregorian disebut kalender baru (新曆 xīnlì, 新历). Kalender Imlek (Yinli) adalah kalender yang dihitung mulai dari tahun lahirnya Nabi Kongzi tahun 551 SM. Jadi tahun 2007 ini berarti tahun 551+2007= 2558 Imlek. Karena awal tahunnya dimulai dari awal kelahiran Sang Nabi, maka kalender Imlek juga disebut Khongcu-lek.
Kalender Imlek pertama kali diciptakan oleh
Huang Di, seorang Nabi/Raja agung dalam agama Ru jiao / Khonghucu. Lalu kalender ini diteruskan oleh Xia Yu, sorang raja suci/nabi dalam agama Khonghucu pada Dinasti Xia (2205-1766SM). Dengan jatuhnya dinasti Xia dan diganti oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM), maka system kalendernya juga berganti. Tahun barunya dimulai tahun 1 dan bulannya maju 1 bulan sehingga kalau kalender yang dipakai Xia tahun baru jatuh pada awal musim semi, maka pada Shang tahun barunya jatuh pada akhir musim dingin. Dinasti Shang lalu diganti oleh Dinasti Zhou (1122-255SM), dan bergantilah system penanggalannya juga. Tahun barunya jatuh pada saat matahari berada di garis 23,5 derajat Lintang Selatan yaitu tanggal 22 Desember saat puncak musim dingin. Dinasti Zhou lalu diganti Dinasti Qin (255-202SM). Berganti pula sistemnya. Begitu pula ketika Dinasti Qin diganti oleh Dinasti Han(202SM-206M). Pada zaman Dinasti Han, Kaisar Han Wu Di yang memerintah pada tahun 140-86 SM lalu mengganti sistem kalendarnya dan mengikuti anjuran Nabi Kongzi untuk memakai system Dinasti Xia. Dan sebagai penghormatan atas Nabi Kongzi, maka tahun kelahiran Nabi Kongzi 551 SM ditetapkan sebagai tahun ke-1. Dengan demikian penanggalan Imlek adalah perayaan umat Khonghucu.

 

 

 

 

 

 

Sejarah perkembangan agama kristen katolik

Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku "Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya". yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.

Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria (Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI)

Awal mula: abad ke-14 sampai abad ke-18

Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan.

Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah.

Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.

Pada abad ke-16, Portugis dan Spanyol mulai memperluas pengaruhnya di Manado & Minahasa, salah satunya adalah menyebarkan agama Kristen Katolik namun hal tersebut tidak bertahan lama sejak VOC berhasil mengusir Spanyol & Portugis dari Sulawesi Utara. VOC pun mulai menguasai Sulawesi Utara, untuk melindungi kedudukannya di Maluku.

Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengutuk agama itu. Yang paling tampak adalah di Sulawesi Utara, Flores dan Timor Timur. Lebih dari itu, para imam Katolik Roma telah dikirim ke penjara atau dihukum dan digantikan oleh para imam Protestan dari Belanda. Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa kudus di suatu penjara semasa Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai gubernur Hindia Belanda.

Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores.

Sejarah perkembangan agama kristen protestan

Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia.Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota, sebagian besar dari mereka merasa gelisah atas cita-cita politik partai Islam.

Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Sekitar 65% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.

Di Indonesia, terdapat dua provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua dan Sulawesi Utara, dengan 60% dan 64% dari jumlah penduduk. Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19.  Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.

 

 



10/29/2009 04:10 AM


cobain13
Re :   Pemberitahuan

 salam kenal smua....bagi2 ilmu donk......


09/27/2009 10:11 AM


gogenk
Re :   Kenalkan Diri

hai temen2 q gogenk anak baru mohon bimbingan nya ya


09/16/2009 07:03 AM


menik
Re :   Peraturan

 anak baru..mohon bimbingan :)


09/10/2009 02:34 AM


ac4h
Re :   Kenalkan Diri

 newbie juga neh,,,,,,aligato


08/19/2009 23:58 PM

10 Threads terbaru/ terhangat Sebelumnya   (Thread yang berisi 10 post atau lebih)
Pengarang
pesan
Jawaban
Lihat
Data

kecebong.gaul
60 50107 06/05/2009 13:25 PM

kecebong.gaul
36 154 08/09/2008 20:44 PM

kecebong.gaul
18 114 09/02/2008 06:03 AM

kecebong.gaul
12 140 09/08/2008 16:21 PM

kecebong.gaul
12 84 08/09/2008 07:10 AM

kecebong.gaul
8 88 08/09/2008 05:39 AM

pasukan_gegana
8 491 03/11/2009 14:31 PM

kecebong.gaul
8 9860 05/04/2009 13:36 PM

kecebong.gaul
7 400 04/28/2009 13:48 PM
Worldwide freeshipping for all the Apple iPhone and iPod accessories.
Sign Up | Menciptakan | Sekitar Kami | SiteMap | Corak | Forum | Aksi | Paq | Pendukung
Copyright © 2000-2009 Aimoo Free Forum All rights reserved.